Ya

Buku itu jendela dunia

Dunia

Aneka pemandangan dengan dinamikanya

Dinamika

Yang membuat dunia ini bergerak

Gerak

Kunci mewujudkan setiap eksistensi

Eksistensi

Tempat makna dan kehormatan berlabuh

Tuesday, January 31, 2012

Menjual Buku via Facebook





Did you know that you can create a page to sell your book within Facebook? Learn more here: http://self-publishing-coach.com/setup-facebook-page.html



Get more tutorials: "Get Your Facebook Page Done!" http://facebook.self-publishing-coach.com/page



Sign up for our free webinar here: http://facebook.self-publishing-coach.com/free-webinar

Geger Soal Self Publishing






 

Presented by Matt Werner. ABSTRACT. Self-publishing has become easier today than ever, with the abundance of self-publishing resources like lulu.com, the Google eBookstore, Amazon.com, and vanity presses. But what's the best way to do it? Tech writer Matt Werner talks about how he printed 65,000 pages and hand-bound 1,000 copies of his book of short stories Papers for the Suppression of Reality. Matt also discusses his thoughts on trends in ebooks vs. print books and self-publishing vs. traditional publishing, and gives a short reading from his book. Speaker Bio: Prior to Google, Matt Werner interned at Pearson Higher Education, McSweeney's Publishing. Matt has also worked for UC Berkeley's Bancroft Library and UC Berkeley's Center for Latin American Studies. Matt's blog with self-publishing tips is at http://djmattwerner.blogspot.com/ Papers for the Suppression of Reality is on Google Books: http://books.google.com/books?id=nFNIyQjQgaUC&lpg 

Tuesday, January 25, 2011

Seribu Sujud Seribu Masjid




Judul: Seribu Sujud Seribu Masjid

Pengarang: Tandi Skober

Penyunting: Aminah Mustari

Penerbit: Salsabila Kautsar Utama

ISBN: 978-979-19163-8-7

Halaman: 277

Harga : Rp28.000,-

Hingga 1965, Sekober adalah wilayah tidak tesentuh agama. Kasdi dan Zum dibesarkan di sana. Zum adalah anak gundik Bah Ceh Nong tokoh Baperki/PKI. Kasdi adalah anak seorang seniman tarling ulili wa u waing bernama Camang. Kedua anak itu besahabat dalam cahaya kinasih kultur pesisiran.

Namun sejak prahara G30S/Pki merobek Sekober, alur nasib Zum berubah drastis. Camang, ayah Kasdi dicurigai sebagai antek PKI.

Ia melompat ke sungai Cimanuk saat hendak dieksekusi! Ia selamat dan menggelandang dari masjid ke masjid, bahkan berpura-pura menjadi gila agar terhindar dari kejaran tentara.

Adapun Zum menjadi dombret, pelacur hingga pencopet. Kasdi sempat menjadi copet bersama Zum, Zaki, Karman. Namun warisan sebuah surau dari kakek Kasdi menghantarkan ia pada ruang ukhrawi yang menjanjikan. Kasdi yakin, suatu saat ayahnya akan pulang dan sujud di surau itu.

Sebuah novel riliji yang menggetarkan tentang perjalanan spritual manusia. (Aminah Mustari)


Petikan halaman 8:

Sekober, September 2009

“Wake me up when September ends,” Green Day. Itu lagu wajib! Itu mesti ada di ruang Peugeot 504 tiap kali melaju deras, mudik ke Sekober. Mudik? Kiara tersenyum. Ia baca status Azha di Facebook,“ As my memory rests, but never forgets what I lost. Wake me up when September ends“ Gila! Tiga hari sebelum Idul Fitri, Azha terus menerus nulis begitu! Padahal engga mungkin Kiara lebaran sampe akhir september 2009. Lagian, emang kuliah di Asian Institute of Technology,Thailand, apa cuma diajari A symphony of word? “Pokoknya kamu kuduuuuuu mudik, Azha! Wajib!”balas Kiara.

“Mudik adalah bersih-bersih album potret berdebu,”ucap Kiara pas ditanya Gusur Adhikarya jelang Dead Line Story edisi ke tiga,”Gue pokoknya kudu ke Pecuk! Album itu, satu kali dalam satu tahun kudu dibersihkan! Titik!” (ts/*)

Festival Topeng Nusantara 2010


Sunday, January 16, 2011

New Book Best Seller "Brilliance" Movie Trailer

Friday, August 6, 2010

Ada Ngedelengin di Adat Betawi

Resensi Upacara Daur Hidup Adat Betawi


Etnik Betawi bukan etnik yang baru muncul setelah J.P. Coen memboyong budak dan para pekerja dari seantero Nusantara dan Asia. Etnik betawi adalah mukimin awal yang telah eksis di tanah Jakarta sejak 130 M, yang memiliki sistem budaya dengan sejumlah nilai dan norma yang menjadi acuan dalam berkehidupan.

Arus urbanisasi ke Jakarta, hadirnya unsur-unsur kemajemukan masyarakat dan budaya, serta proses perjalanan sejarah yang panjang pada gilirannya membentuk karakter tersendiri pada seni budaya Betawi, hingga menjadikannya unik. Gambaran itulah yang diuraikan budayawan Yahya Andi Saputra dalam buku Upacara daur hidup Adat Betawi ini.

Nyaris tak ada etape dalam siklus kehidupan orang Betawi yang tidak tersentuh upacara tradisi. Pada tradisi etnik dimanapun hubungan kelamin adalah peristiwa yang dipandang suci. Dalam konteks adat Betawi Yahya memaparkannya secara detil, sejak proses pria dan wanita mencetuskan keinginan untuk berketurunan, hingga proses phisikal kemanusiaan suami dan istri berniat mengadakan hubungan kelamin. Pada masyarakat betawi untuk sampai pada tahap ‘berume-rume’ (berumahtangga) dikenal istilah ‘ngedelengin’, yaitu upaya menemukan kesamaan visi dan misi antara lelaki dan perempuan dalam rangka membina rumahtangga. Setelah itu ada proses ‘ngintip’, ‘ngelamar’ dan seterusnya, sebelum sampai pada pernikahan.

Betawi Riwayatmu Dulu

Resensi Buku Riwayat Tanjung Priok
Nama Betawi banyak dituliskan berasal dari kata Batavia. Orang Betawi disebutkan sebagai keturunan budak. Banyak pula penjelasan toponimi tentang asal-usul nama tempat di Betawi yang ternyata hanya berdasarkan logika kisah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Contohnya nama Kampung Bali, Kampung Ambon atau Kampung Makasar yang disebutkan karena dulunya tempat itu dihuni oleh pendatang dari etnis tersebut. Padahal...

Contact

Related Blogs

Blog Archive

Categories

Labels

Advertise